Terfikir, terpola, terucap, dan terbaca mungkin untuk itulah
karya-karya itu dibuat. Suatu gejala
ataupun kejadian dalam lingkup hidup manusia yang mungkin akan teramat banyak
ketika itu terdokumentasikan dengan baik melalui karya rupa, laku budaya adalah
salah satunya yang semenjak dahulu hingga sekarang akan menjadi satu ciri atau
simbol kemashuran cerita peradaban itulah budaya.
Berawal dari ketidak berdayaan rasa ketika menyaksikan
budaya sendiri yang mulai terburamkan keagungannya, ditengah santernya
publikasi cerita tekhnologi visual yang secara terus menerus sehingga terserap
secara tak terkendali yang kemudian menghasilkan sebuah pergeseran nilai
tentang budaya awal yang semakin kini kian menyempit, mungkin perlu adanya sang
bijak untuk menyelaraskan santun laku.
Dunia rupa yang hadir disini adalah rupa yang senantiasa
mengingatkan dan memperkuat apa yang kita punya di waktu lalu hingga waktu kini,
perkembangan budaya dewasa ini semakin memperjelas melemahnya keingatan manusia
akan kita di masa yang telah terlampaui.
Kondisi ini sepertinya mengharuskan kita kembali ke
pengaturan awal, dengan mengingat dan menyadari betapa pentingnya budaya yang sudah
dilakukan secara turun menurun merupakan tata cara dan kebiasaan laku tentang
materi hidup yang semakin menua.
Dari sisi tingkat ke alpaan manusia yang telah mengalami
proses hidup secara bertubi-tubi
memiliki pengaruh besar dalam perkembangan budaya masa sekarang. Lingkar titik
lekuk dan garis rupa yang seringkali digunakan untuk menyiratkan dalam maksud
dan tujuan ber-imaji seolah menegaskan menuju perbaikan perkala waktu.
BATIK TUNU :
Budaya membatik dan men tapis yang banyak mempengaruhi proses
terjadinya karya Tunu, Bisa jadi karya Tunu merupakan
pemersatuan/pengembangan ke dua area antara batik dengan tapis. Tapis memiliki
proses yang tidak juga di bilang mudah, ciri yang paling identik pada tapis,
tapis bisa diraba dan menggunakan warna emas dengan warna latar tegas. Demikian
juga karya Tunu sedikit mengalami
prinsip yang sama. Batik mengalami proses visual yang kental dan memiliki pakem
yang khas dalam penuangan corak. Karya Tunu lebih ke penuangan motif /gambar
bercorak batik.
Karya Tunu bisa diaplikasikan ke berbagai wilayah konsentrasi seni,
mebel, wall interior dengan proses pengerjaan manual.
Perkembangan dunia yang
terjadi secara besar-besaran yang di alami oleh para
pe-seni di abad ini percepatannya meninggalkan semua kebiasaan lama, yang
membuat para pe-seni
geliatnya semakin menunjukkan kualitas dan peran
laku seni besar pengaruhnya dikehidupan sosial, batik Tunu berharap ada diantaranya.
“Budaya adalah Pertahanan Agung
Suatu saat bisa dijadikan sebagai tumpangan menuju
persaingan seiring berkembangnya dunia rupa sekarang, yang percepatannya
meninggalkan semua kebiasaan rupa lama.
Perkembangan yang berawal dari hulu budaya yang selalu
dibesar-besarkan sehingga meningkat pesat menuju ke pengembalian yang bernilai
financial.
Terpola dari kebiasaan mencari dan mencoba hingga
menerka semua kemungkinan yang mungkin belum ada. Berlaku dan berproses lebih
keras akan menuakan pola fikir dikala peran serta tekhnologi yang terus menerus
yang tidak jarang menghasilkan laku baru”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar