Kamis, 13 Desember 2012

tunu ini hari





Terfikir, terpola, terucap, dan terbaca mungkin untuk itulah karya-karya itu dibuat. Suatu  gejala ataupun kejadian dalam lingkup hidup manusia yang mungkin akan teramat banyak ketika itu terdokumentasikan dengan baik melalui karya rupa, laku budaya adalah salah satunya yang semenjak dahulu hingga sekarang akan menjadi satu ciri atau simbol kemashuran cerita peradaban itulah budaya.

Berawal dari ketidak berdayaan rasa ketika menyaksikan budaya sendiri yang mulai terburamkan keagungannya, ditengah santernya publikasi cerita tekhnologi visual yang secara terus menerus sehingga terserap secara tak terkendali yang kemudian menghasilkan sebuah pergeseran nilai tentang budaya awal yang semakin kini kian menyempit, mungkin perlu adanya sang bijak untuk menyelaraskan santun laku.

Dunia rupa yang hadir disini adalah rupa yang senantiasa mengingatkan dan memperkuat apa yang kita punya di waktu lalu hingga waktu kini, perkembangan budaya dewasa ini semakin memperjelas melemahnya keingatan manusia akan kita di masa yang telah terlampaui.

Kondisi ini sepertinya mengharuskan kita kembali ke pengaturan awal, dengan mengingat dan menyadari betapa pentingnya budaya yang sudah dilakukan secara turun menurun merupakan tata cara dan kebiasaan laku tentang materi hidup yang semakin menua.

Dari sisi tingkat ke alpaan manusia yang telah mengalami proses hidup secara  bertubi-tubi memiliki pengaruh besar dalam perkembangan budaya masa sekarang. Lingkar titik lekuk dan garis rupa yang seringkali digunakan untuk menyiratkan dalam maksud dan tujuan ber-imaji seolah menegaskan menuju perbaikan perkala waktu.



BATIK TUNU :


Budaya membatik dan men tapis yang banyak mempengaruhi proses terjadinya karya Tunu, Bisa jadi karya Tunu merupakan pemersatuan/pengembangan ke dua area antara batik dengan tapis. Tapis memiliki proses yang tidak juga di bilang mudah, ciri yang paling identik pada tapis, tapis bisa diraba dan menggunakan warna emas dengan warna latar tegas. Demikian juga karya Tunu sedikit mengalami prinsip yang sama. Batik mengalami proses visual yang kental dan memiliki pakem yang khas dalam penuangan corak. Karya Tunu lebih ke penuangan motif /gambar bercorak batik.

Karya Tunu bisa diaplikasikan ke berbagai wilayah konsentrasi seni, mebel, wall interior dengan proses pengerjaan manual.
 
Perkembangan dunia yang terjadi secara besar-besaran yang di alami oleh para pe-seni di abad ini percepatannya meninggalkan semua kebiasaan lama, yang membuat para pe-seni geliatnya semakin menunjukkan kualitas dan peran laku seni besar pengaruhnya dikehidupan sosial, batik Tunu berharap ada diantaranya.

“Budaya adalah Pertahanan Agung

Suatu saat bisa dijadikan sebagai tumpangan menuju persaingan seiring berkembangnya dunia rupa sekarang, yang percepatannya meninggalkan semua kebiasaan rupa lama.
Perkembangan yang berawal dari hulu budaya yang selalu dibesar-besarkan sehingga meningkat pesat menuju ke pengembalian yang bernilai financial.
Terpola dari kebiasaan mencari dan mencoba hingga menerka semua kemungkinan yang mungkin belum ada. Berlaku dan berproses lebih keras akan menuakan pola fikir dikala peran serta tekhnologi yang terus menerus yang tidak jarang menghasilkan laku baru”.
 

                                                                             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar